PANCASILA TERPENDAM BISU

BIODATA PENULIS

  NAMA                          : TUTY ERMA SUSANTY, M.Pd NIP                               : 19790426 200701 2 013 JABATAN                   : GURU PPKn INSTANSI                   : SMKN 2 BARABAI

Menurut  Ir. Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun temurun sekian abad lamanya “terpendam bisu” oleh kebudayaan Barat. “Terpendam bisu” seperti apa yang disampaikan oleh Ir. Soekarno yaitu tentang Pancasila yang tidak dapat berkembang dan eksis dinegaranya sendiri karena pada waktu itu Bangsa Indonesia berada pada masa penjajahan. Hal yang sangat memprihatinkan bahwa sekarang ini Pancasila bukannya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat tetapi “dipendam bisu” oleh sendiri oleh Bangsa Indonesia seiring arus globalisasi yang terus berjalan tanpa bisa kita menahannya.           Globalisasi berarti suatu proses yang mencakup keseluruhan dari berbagai bidang kehidupan sehingga tidak nampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata. Sekarang ini generasi penerus kita seperti pelajar atau mahasiswa  kadang tidak nampak bahwa mereka tersebut seorang pelajar atau mahasiswa, apakah itu dilihat dari cara mereka berpakaian atau tingkah laku mereka yang menyimpang dari nilai-nilai atau norma yang berlaku. Bahkan perilaku mereka tidak lagi nampak lagi batas-batas yang mengikatnya secara nyata dan  yang sangat memprihatinkan hal seperti ini juga terjadi pada para pejabat dan aparat Negara, keadaan sosial budaya menjadi kurang penting bagi mereka tetapi yang paling penting bagi mereka bagaimana tetap eksis dalam pergaulan dan “gaul habis” meskipun hal itu merusak karir atau masa depan mereka. Perilaku menyimpang yang terjadi pada generasi penerus kita seperti cabe-cabean, mengkonsumsi narkoba, berpakaian minim, berdandan berlebihan melebihi orang dewasa mereka anggap biasa saja saja dalam pergaulan bahkan mereka menganggap  kalau tidak berperilaku demikian berarti dianggap tidak gaul. Begitu pula yang terjadi dengan oknum pejabat atau aparat Negara kita, mereka mengkonsumsi narkoba, berkelahi didepan umum, mempunyai istri simpanan  sampai akhirnya mereka dibuktikan dipengadilan bahwa mereka telah melakukan Korupsi yang sangat merugikan negaranya sendiri. Apa sebenarnya yang terjadi dengan Bangsa kita?

Semua perilaku yang tidak nampak lagi batasnya itu tanpa kita sadari antara lain ada seiring datangnya para imigran, turis, tenaga kerja, penggunaaan internet yang mudah diakses sehingga apa saja informasi yang kita inginkan bisa dengan cepat didapat, dan majunya perekonomian. Sebagai Bangsa Indonesia dan seorang pendidik saya pribadi sangat berharap jangan sampai Pancasila itu “terpendam bisu” kembali seperti apa yang terjadi pada masa penjajahan dan saya  yakin itu adalah  harapan semua bangsa Indonesia dimanapun dia berada khususnya para orangtua yang menginginkan anak-anaknya berhasil dan meraih masa depan yang gemilang. Sekarang ini juga yang tak kalah penting adalah harapan bangsa Indonesia kepada para pejabat atau aparat negara yang menentukan kemana arah Negara kita,  apakah bangsa kita bisa meraih kejayaan ataukah reputasi bangsa kita akan semakin terpuruk  dihadapan bangsa lain.

Namun yang terpenting adalah peran seorang guru untuk menyiapkan generasi kita selanjutnya yaitu “generasi 2045 sebagai generasi emas” yang merupakan misi pendidikan bangsa kita saat ini. Untuk menyiapkan generasi 2045 sebagai generasi emas , pendidikan tetap menjadi jalan utama yang sangat berperan untuk mencerminkan jati diri dan karakter bangsa. Seorang Guru sebagai pilar penting pencetak generasi emas Indonesia, haruslah seorang guru yang berbakti untuk mencerdaskan anak bangsa dan mampu untuk mewujudkan cita-cita bangsa karena guru merupakan seorang yang berperan penting didunia pendidikan untuk menjadikan anak didiknya berguna bagi nusa dan bangsa , hal ini sesuai dengan tema pendidikan tahun 2012 yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh pada Hardiknas tanggal 2 Mei 2012. Dalam menyukseskan pendidikan diperlukan kerjasama dari semua pihak, oleh karena itu akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan dan perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, terutama untuk seorang guru sebagai seorang pendidik yang harus mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan dan selalu mengikuti perubahan zaman. Semua ini diwujudkan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah yang dikembangkan berbasis pada kompetensi yang sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia yang berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab, semua itu diwujudkan dengan adanya KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 yang bebas mata pelajaran artinya semua mata pelajaran berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik karena itu kurikulum 2013 dikatakan tidak hanya beroerientasi pada satu aspek kognitif tetapi seimbang antara sikap dan keterampilan sehingga siswa mampu menghadapi arus globalisasi dengan berbagai tantangan baik tantangan yang datangnya dari dalam  maupun dari luar . Dengan demikian generasi penerus kita dapat mengetahui arah tujuan dalam mengenal dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari maupun masalah yang dihadapi oleh bangsa kita dan Pancasila kita tidak akan “terpendam bisu” tetapi eksis dan berkembang di negara kita sendiri dan dikagumi didunia internasional. Jika kelak mereka terpilih menjadi pemimpin bangsa ini maka mereka akan menjadi pemimpin yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab kepada bangsa dan negaranya.

Selamat datang di situs resmi SMK Negeri 2 Barabai

SMK Negeri 2 Barabai membuka 2 Kompetensi Keahlian, yaitu :

  1. Teknik Kendaraan Ringan dengan akreditasi A, SK No. 029/BAP-SM/PROP-15/LL/XI/2011
  2. Agribisnis Tanaman Perkebunan dengan akreditasi A, SK No. 029/BAP-SM/PROP-15/LL/XI/2011.
Secara umum, karakteristik SMK Negeri 2 Barabai dapat diuraikan sebagai berikut :
  • SMK Negeri 2 Barabai diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan, Drs. H. Rudi Ariffin, MM. pada tanggal 18 Pebruari 2008
  • SMK Negeri 2 Barabai terletak di suatu kawasan yang masuk wilayah kecamatan  Batu Benawa yang jaraknya, ± 8 Km dari pusat kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan lokasinya dekat dengan obyek wisata Pagat.
  • SMK Negeri 2 Barabai merupakan satu-satunya SMK Teknik yang berstatus Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
  • Di sekolah menengah kejuruan ini diberikan pembelajaran dengan KTSP dan keterampilan yang sifatnya lifeskill ( Kecakapan hidup ) sehingga siswa akan lebih percaya diri dan dapat beradaptasi dengan lingkungan, mandiri, kreatif, inovatif, serta produktif.
  • SMK ini dikondisikan pembangunan di tempat yang teduh, aman dan nyaman, agar siswa dapat belajar dengan lebih konsentrasi, leluasa, dan terhindar dari kebisingan kota.